Apr 22, 2011

Kisah Kucing Dalam Dunia Islam

Assalamualaikum w.b.t.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani

Terima kasih banyak-banyak pada para pembaca yang singgah ke blog sederhana ini...Untuk entry kali ni, saya nak share cerita tentang kucing dalam dunia Islam. Saya memang seorang pencinta kucing dan ingin berkongsi perasaan ini dengan semua orang...insyaAllah...
gambar1: google image

Kucing, jenis mammalian yang memiliki nama latin felix silvestris catus ini telah menjadi sahabat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tingkah laku nya yang manja dan comel telah mendapat tempat dihati banyak orang.

Cerita Nabi Muhammad SAW dan Kucingnya.



Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati. J
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu haiwan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Selain itu, setiap kali Nabi menerima tetamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di letakkan pada dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengiaw ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara azan tersebut.
Kepada para sahabat baginda, nabi saw berpesan agar menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti haiwan comel ini sangatlah serius, dalam sebuah hadis sahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Bukan hanya nabi, isteri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar As Siddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadis, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi gelaran Abu Hurairah (bapa pada kucing jantan), kerana kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai ekor kucing jantan dirumahnya.

Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangunkan taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul hingga Cairo, masih boleh kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di masjid-masjid dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.

Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata wang. Bahkan di dunia sastera, para penyair tidak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.

Seorang Sufi ternama bernama Ibnu Bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat beliau dan sahabat-sahabatnya sedang berehat di atas atap masjid kota Mesir sambil menikmati makan malam, seekor kucing datang melewatinya. Ibnu Bashad pun memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu datang semula, setelah memberinya potongan daging yang kedua, diam-diam Ibnu Bashad mengikut ke arah mana kucing itu pergi, hingga akhirnya beliau sampai di sebuah atap rumah yang dhaif, dan beliau melihat kucing tadi melepaskan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad dari mulutnya dan member potongan daging itu pada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067 M.
Ada juga cerita tentang seorang sufi di Iraq yang bernama Shibli, ia bermimpi dosa-dosanya diampuni setelah menyelamatkan nyawa seekor anak kucing dari bahaya.
Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahawa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan zikir kalimah Allah.

Begitulah antara kisah-kisah kucing dalam dunia Islam yang saya ambil dari pelbagai sumber...Apa yang saya ingin katakan di sini, bukanlah saya minta semua orang suka pada kucing dan menjadi pencinta kucing macam saya, mungkin ada yang alah pada kucing, atau pun trauma dengan gigitan atau cakaran kucing. Tapi, jadilah seorang yang sentiasa belas kasihan pada semua makhluk Allah di muka bumi ini tidak kira manusia atau haiwan. Andai ada kucing jalanan yang meminta makanan pada anda ketika di kedai makan, tak salah kita beri sedikit pada kucing itu. InsyaAllah, kucing yang kita bantu itu lah akan mendoakan diri kita.

gambar2: milik penulis


gambar3: kakimotong.blogspot.com


Sekian, wassalam...

5 comments:

pena said...

terima kasih atas perkongsian ni..

sayang kucing.. =)

Papa Hero said...

bagusnya info ni terima kasih byk2.. :)

McCat said...

wow...like this entry so much

zaicatzz said...

Info yang menarik :)

shehren shahadan said...

Info yg menarik
Me cat lovers too

Apr 22, 2011

Kisah Kucing Dalam Dunia Islam

Assalamualaikum w.b.t.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani

Terima kasih banyak-banyak pada para pembaca yang singgah ke blog sederhana ini...Untuk entry kali ni, saya nak share cerita tentang kucing dalam dunia Islam. Saya memang seorang pencinta kucing dan ingin berkongsi perasaan ini dengan semua orang...insyaAllah...
gambar1: google image

Kucing, jenis mammalian yang memiliki nama latin felix silvestris catus ini telah menjadi sahabat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tingkah laku nya yang manja dan comel telah mendapat tempat dihati banyak orang.

Cerita Nabi Muhammad SAW dan Kucingnya.



Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati. J
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu haiwan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Selain itu, setiap kali Nabi menerima tetamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di letakkan pada dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengiaw ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara azan tersebut.
Kepada para sahabat baginda, nabi saw berpesan agar menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti haiwan comel ini sangatlah serius, dalam sebuah hadis sahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Bukan hanya nabi, isteri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar As Siddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadis, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi gelaran Abu Hurairah (bapa pada kucing jantan), kerana kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai ekor kucing jantan dirumahnya.

Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangunkan taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul hingga Cairo, masih boleh kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di masjid-masjid dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.

Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata wang. Bahkan di dunia sastera, para penyair tidak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.

Seorang Sufi ternama bernama Ibnu Bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat beliau dan sahabat-sahabatnya sedang berehat di atas atap masjid kota Mesir sambil menikmati makan malam, seekor kucing datang melewatinya. Ibnu Bashad pun memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu datang semula, setelah memberinya potongan daging yang kedua, diam-diam Ibnu Bashad mengikut ke arah mana kucing itu pergi, hingga akhirnya beliau sampai di sebuah atap rumah yang dhaif, dan beliau melihat kucing tadi melepaskan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad dari mulutnya dan member potongan daging itu pada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067 M.
Ada juga cerita tentang seorang sufi di Iraq yang bernama Shibli, ia bermimpi dosa-dosanya diampuni setelah menyelamatkan nyawa seekor anak kucing dari bahaya.
Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahawa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan zikir kalimah Allah.

Begitulah antara kisah-kisah kucing dalam dunia Islam yang saya ambil dari pelbagai sumber...Apa yang saya ingin katakan di sini, bukanlah saya minta semua orang suka pada kucing dan menjadi pencinta kucing macam saya, mungkin ada yang alah pada kucing, atau pun trauma dengan gigitan atau cakaran kucing. Tapi, jadilah seorang yang sentiasa belas kasihan pada semua makhluk Allah di muka bumi ini tidak kira manusia atau haiwan. Andai ada kucing jalanan yang meminta makanan pada anda ketika di kedai makan, tak salah kita beri sedikit pada kucing itu. InsyaAllah, kucing yang kita bantu itu lah akan mendoakan diri kita.

gambar2: milik penulis


gambar3: kakimotong.blogspot.com


Sekian, wassalam...

5 comments:

pena said...

terima kasih atas perkongsian ni..

sayang kucing.. =)

Papa Hero said...

bagusnya info ni terima kasih byk2.. :)

McCat said...

wow...like this entry so much

zaicatzz said...

Info yang menarik :)

shehren shahadan said...

Info yg menarik
Me cat lovers too